|
Keegan Resmi Tinggalkan Magpies |
|
Jumat, 05 September 2008 |
|
Berita Bola:Newcastle - Simpang siur nasib Kevin Keegan di
Newcastle United akhirnya berakhir setelah dia secara resmi menyatakan
pengunduran dirinya, Jumat (5/9/2008) dinihari WIB.
Kelanjutan nasib Keegan di Newcastle mulai jadi pemberitaan hangat
Selasa (2/9/2008) lalu saat muncul kabar mengejutkan soal keputusannya
meletakkan jabatan manajer.
Kabar tersebut langsung mengundang reaksi dari fans Newcastle yang menggelar protes di St James Park meminta King Kev dipertahankan dan mendesak manajemen klublah yang mundur. Selanjutnya, dalam hitungan jam, muncul sanggahan dari pihak The Magpies, yang kemudian disusul pernyataan Ketua eksekutif Asosiasi Manajer Liga Inggris yang membuat status pelatih 57 tahun itu semakin tak menentu.
Namun kini suporter Newcastle harus benar-benar merelakan diri ditinggal pelatihnya itu setelah Keegan secara resmi menyatakan pengunduran dirinya. Demikian diberitakan Guardian.
"Saya sudah berusaha dengan keras untuk mencari jalan yang sama dengan petinggi klub, tapi sayangnya itu terbukti tidak berhasil. Dalam pandangan saya, seorang manajer harus memiliki hak untuk mengurus (klub) dan pihak klub tidak boleh memaksakan seorang pemain pada sang manejer jika dia tak menginginkannya," demikian pernyataan resmi Keegan.
Pernyataan Keegan ini sekaligus membenarkan kabar yang beredar sebelumnya yang menyebut kalau dia merasa kecewa dengan kebijakan transfer timnya. Selain cuma mendapat sedikit pemain yang diincar, Keegan merasa sang bos, Mike Ashley, menjual James Milner ke Aston Villa tanpa persetujuannya.
Kabar terakhir malah menyebut kalau Ashley sempat ingin melego Michael Owen ke Manchester City dan melepas Joey Barton ke Portsmouth. Hal mana membuat mantan pelatih Fulham dan Manchester City itu sangat kecewa.
Keegan melatih Newcastle untuk kali kedua pada 16 Januari 2008, menggantikan pelatih sebelumnya Sam Allardyce. Sebelumnya King Kev membesut The Magpies dalam kurun 1992-1997, di mana dia mampu mengangkat Newcastle dari zona degradasi dan memberi banyak kisah sukses. (dtc/din/arp)
|