Rooney Kini Sudah Lebih Kalem
11 April 2012
FOTO:Getty ImagesBeritabola.com Manchester - Pada awal karier profesionalnya, Wayne Rooney dikenal sebagai bad boy yang temperamental. Namun, catatannya pada musim ini menunjukkan bahwa dia sudah lebih dewasa di atas lapangan.

Sekitar setahun yang lalu, Rooney mencetak hat-trick yang membantu Manchester United menang 4-2 atas West Ham United. Namun, penampilan apik itu dia rusak dengan selebrasi yang kurang pantas. Eks pemain Everton itu mengumpat di depan kamera televisi.

FA tidak tinggal diam. Mereka pun menjatuhkan skorsing dua pertandingan kepada Rooney.

Gara-gara skorsing tersebut, Rooney tak bisa main saat MU bertemu Manchester City di semifinal Piala FA. MU kalah dan pada akhirnya City jadi juara di ajang tersebut.

Sudah 12 bulan berlalu sejak kejadian itu dan Rooney tampaknya sudah belajar banyak dari kesalahannya di masa lampau. Sepanjang musim ini, penyerang berusia 26 tahun itu tak sekali pun mendapatkan kartu kuning dalam 28 partai di Premier League.

Satu-satunya kartu kuning yang dia dapat adalah dalam laga kontra Benfica di Liga Champions. Sebabnya, dia menendang bola setelah wasit meniup peluit untuk menghentikan permainan. Saat itu, Rooney beralasan tak mendengar bunyi peluit karena riuhnya Stadion Da Luz.

Catatan ini tentu kemajuan besar buat Rooney. Di musim-musim sebelumnya, dia rata-rata mendapatkan 10 kartu kuning per musim. Bahkan, di musim 2007/2008 dia mendapatkan 14 kartu kuning.

Memang, Rooney belum benar-benar bisa mengendalikan emosinya di lapangan. Dia dikartu merah saat membela Inggris di kualifikasi Piala Eropa 2012 karena menendang bek Montenegro, Miodrag Dzudovic. Akibatnya, dia akan absen di dua laga awal Piala Eropa.

Manajer MU, Sir Alex Ferguson, mengaku senang melihat kemajuan Rooney ini. Dia pun yakin pemainnya itu sudah lebih dewasa.

"Anda selalu melihat kedewasaan pada pemain-pemain saat mereka mencapai pertengahan usia 20," ucap Ferguson di Mirror.

"Seiring dengan kemampuan mereka, kedewasaan juga akan muncul, pola pikir, dan waktu--itu semua akan terlihat dalam permainan mereka. Mereka lebih bisa mengontrol diri mereka dalam hal apa yang bisa mereka lakukan. Tentu saja, pengalaman akan membantu," paparnya.
(dtc/mfi) v