|
Kecam Penonton, Madrid Denda Capello |
|
Rabu, 17 Januari 2007 |
|
Berita bola - Seorang pelatih sebuah klub sebesar Real Madrid mesti mampu menjaga kelakuannya, baik perkataan maupun tindakan. Jika tidak apa yang dialami Fabio Capello dapat menjadi contoh yang semestinya dijauhi. Pada pertandingan melawan Real Zaragoza di Estadio Santiago Bernabeu, Minggu (14/01), para pendukung Los Blancos mengejek Capello. Ia dianggap tak becus dalam menangani tim yang disesaki sejumlah pemain bintang. Padahal pertandingan tersebut berhasil dimenangkan 1-0 oleh Raul Gonzalez dkk.
Tapi ya itu tadi, karena mereka tidak puas dengan penampilan tim kesayangannya maka dari tribun pertandingan mereka, terutama dua orang yang dikecam Capello, melancarkan hujatan kepada mantan pelatih Milan tersebut. Balasannya, Capello berbuat kasar dengan mengacungkan jari tengahnya kepada para penonton saat pertandingan usai. Tindakannya tersebut tidak luput dari penilaian kubu Madrid.
Madrid menganggap Capello layak diberi hukuman terhadap tindakan tak pantas itu. Tapi untuk besarnya denda yang mesti dibayarkan oleh Capello, Madrid masih akan membahasnya. Rabu dinihari (17/01), Real Madrid mengeluarkan pernyataan resmi dari situs www.realmadrid.com: “Menyangkut masalah besarnya denda yang akan ditimpakan kepada Capello, para pengurus terlebih dahulu akan meminta penjelasan dari pelatih. Rasa penyesalan telah dikeluarkan oleh Capello terhadap tindakan kasar tersebut.”
Capello meminta maaf terhadap tindakan kasarnya yang dua kali mempertontonkan jari tengahnya untuk membalas kecaman dari para penonton. Insiden tersebut terjadi saat ia sedang berjalan meninggalkan lapangan pertandingan selepas wasit meniupkan peluit tanda berakhirnya pertandingan.
Capello coba menjelaskan latar belakang tindakannya, “Sejak pertama kali datang dan menjalani pertandingan di Bernabeu. Dua orang yang berada di belakang bangku cadangan terus menyerang saya dengan perkataan yang kasar dan kali ini tindakan mereka terlalu kelewatan. Mereka bahkan telah mengganggu saya sepuluh tahun lalu tapi waktu itu saya tidak pernah menghiraukannya,” jelas Capello yang sepuluh tahun lalu sukses membawa Los Blancos merebut gelar juara Primera Liga Spanyol.
|