Community Login

 
Google
 

Kisah Pencari Tiket Gratisan
Jumat, 27 Juni 2008
 Berita Bola: Basel - Dua kali saya menjumpai dia di dua kota di Swiss, mengacung-acungkan poster yang sama, berharap ada orang yang berbaik hati memberinya tiket gratis. Saktikah rayuannya?

Perjumpaan pertama di Zurich, di areal Letzigrund Stadion, menjelang pertandingan Grup C Italia versus Prancis. Ia memakai kaos merah strip putih, menggendong ransel hitam di punggung.

Ia membawa sebuah karton bertuliskan "For the love of football, please give me a free ticket". Kalimat ini menggelikan juga. Kreatif. Lucu sekaligus mengundang rasa "iba". "Hari gini cari yang gratisan? Plis deh," pikir saya.

Tapi umumnya orang yang melihat aksi pemuda ini akan tersenyum. Dan ia pun selalu membalas dengan senyuman pula. Ia bahkan menyengajakan dirinya difoto setiap kali ada orang mendekat dan membidikkan kamera.

Awalnya saya tidak terlalu tertarik. Dua kali jepret, cukup. Ini fenomena biasa. Banyak orang membawa pengumuman "I need ticket", padahal sebenarnya dia adalah seorang calo: membeli tiket dengan harga rendah, tapi menjualnya berkali-kali lipat.

Dua hari lalu saya beredar ke Basel, meliput semifinal Jerman versus Turki di St. Jakob-Park. Di tengah ramainya orang, tiba-tiba saya melihat pemuda ini lagi, dengan baju yang sama, dengan poster "rayuan" yang sama pula. Orang-orang yang lalu lalang pun banyak yang tercuri perhatiannya.

Kali ini saya harus menghampiri dia. "Hei, saya melihat Anda di Zurich," saya menyapa duluan. Dia tersenyum, mengangkat bahu dan mengangkat lagi posternya ketika seseorang hendak memfoto dia.

"Ya, saya memang mencari tiket gratisan," dia menjawab dengan bahasa Inggris yang cukup fasih.

Saya masih agak tidak percaya. Sambil merapatkan badan dan menurunkan volume suara saya bertanya lagi, "Anda mau jual berapa?" Ini sebuah tuduhan.

Dia mengelak. "No, no. Saya tidak jual tiket. Saya beneran cari tiket gratisan."

Lalu kami pun berbincang-bincang. Pemuda ini bernama Lalo, berasal dari Meksiko tapi dalam beberapa tahun terakhir tinggal di Fribourg, Swiss. Ia melakukan ini karena terinspirasi orang lain.

"Di Piala Dunia lalu (Jerman 2006), teman saya melakukan ini dan dia berhasil mendapatkan empat tiket pemberian orang secara cuma-cuma," ungkap Lalo.

"Tell me, kenapa ada orang mau memberikan tiketnya pada Anda dengan gratis?" tanya saya lagi.

"Saya percaya banyak orang kaya yang tidak butuh duit (lagi). Mereka ke sini lebih untuk bersenang-senang, merasakan atmosfer Euro. Mereka mungkin saja melepas tiketnya kalau tim favorit mereka sudah tersingkir," jelas dia.

Lantas, banyakkah orang yang berderma buat Lalo? "Asal Anda tahu, saya dapat tiket gratis buat empat pertandingan terakhir (sebelum Jerman vs Turki)," jawabnya.

"Jangan bohong," saya perlu meyakinkan diri.
"Ya, empat tiket," dia terdengar sangat yakin.

Kalau memang benar, berarti Lalo sungguh sangat beruntung. Maklum, membeli tiket dari pasar gelap harganya gila-gilaan.

Sebelum kami berpisah Lalo sempat bertanya pada saya.

"Anda wartawan dari mana?"
"Indonesia."
"Bisakah Anda mengirimkan hasil tulisan Anda ini nanti?"
"Tentu saja."

Ia pun mencatatkan alamat e-mail-nya.

Lalo kemudian mengatakan dirinya akan berangkat ke Wina, Austria, untuk meneruskan "misinya" mencari tiket gratisan untuk partai final, Jerman versus Spanyol.

Belum lama ini saya mendengar informasi dari seorang staf Kedubes RI di Austria, ada rekannya yang berasal dari Filipina harus mengeluarkan duit 4.000 ribu euro alias sekitar Rp 50 juta untuk membeli tiket tersebut dari black market.

Kira-kira ada nggak ya orang yang mau menyumbang buat Lalo?

Komentar (2)add comment

the_boys sanz said:

0
bagus...
asl gk malu yah pst ad jln
 
27 Juni 2008, 19:35
Votes: +0

kafout said:

0
mmm...gimana klo...
pake aja kostum jerman ma spain klo mo orasi..jadi bukan cuma satu ticket yang didapat tapi 2..kan lumayan bisa dijual 1 atau ajak nonton pasangan..gmn lalo...
 
27 Juni 2008, 20:34
Votes: +0

Tulis komentar
Anda harus login untuk menulis komentar. Silahkan mendaftar jika Anda belum menjadi anggota. Rekomendasi: gunakan browser Firefox, Google Chrome, IE7. Browser HP gunakan Firefox Mobile, Opera Mini atau Skyfire Mobile untuk kompatibilitas dengan BB

busy
 

Sponsored Links

Social Network for Modified Automotive Owners
Ajang pamer modifikasi motor/mobil. Buat komunitas, upload foto & video, cari teman, terhubung dan berbagi. Daftar GRATIS!
www.motomodif.com

Awet Muda/Anti Aging?
Informasi anti aging, bedah kosmetik & plastic, bedah orthopaedic dan kliniknya ada di portal ini
www.antiaginghelp.biz