Liga Inggris: Arsenal 2-1 QPR – Reaksi Cepat dan Tepat Kunci Kemenangan Arsenal

arsenalqprfinney

Beritabola.com Arsene Wenger mendapatkan apa yang ia harapkan dari Boxing Day tahun ini: sebuah kemenangan. Menjamu Queens Park Rangers, Arsenal mendominasi jalannya pertandingan. Kondisi sempat berubah setelah Olivier Giroud menerima kartu merah pada menit ke-52. Kalah jumlah pemain membuat Arsenal dikepung dari segala penjuru oleh tim tamu. Namun pada akhirnya, Arsenal tetap menang 2-1.

Gol pembuka yang dicetak Alexis Sanchez pada menit ke-36 terbukti vital baik untuk Arsenal maupun bagi Alexis sendiri. Pasalnya, Alexis sempat membuang peluang emas dari titik penalti pada menit kedelapan. Alexis membayar kesalahan yang ia buat di awal laga dengan sebuah penampilan luar biasa.

Tak hanya mencetak satu gol, Alexis juga berhasil menciptakan satu assist untuk Tomas Rosicky. Pada menit ke-64, Alexis memulai sebuah serangan balik dan berhasil menarik perhatian semua pemain belakang QPR. Saat semua mata tertuju kepadanya, ia menyodorkan bola kepada Rosicky sehingga terciptalah gol kedua Arsenal; sebuah gol yang terbukti sangat berarti karena kurang dari seperempat jam berselang, QPR mampu mencuri satu gol lewat eksekusi penalti Charlie Austin.

Kemenangan ini memastikan Arenal tetap mampu menjaga jarak dua angka dengan Southampton yang kini sedang menduduki kursi terakhir zona Champions League (sekaligus memperkecil jarak dengan West Ham United menjadi satu angka saja). QPR, sementara itu, masih belum berhasil mengangkat diri dari papan bawah. Jika saja QPR menang melawan Arsenal, mereka akan naik ke posisi ke-14. Namun Harry Redknapp dan pasukannya tidak berhasil membawa pulang poin dari Emirates Stadium sehingga QPR tetap berada di peringkat ke-16; dua angka dari zona degradasi.

QPR Rapuh di Sisi Kiri

Armand Traore berada di lapangan selama satu jam saja. Namun jangan tanyakan seberapa sering wajahnya nampak close-up di layar televisi. Traore mendapatkan banyak sorotan kamera bukan karena ia menghabiskan lima tahun pertama karier profesionalnya sebagai pemain Arsenal; ia mendapatkan “perlakuan khusus” ini murni karena hal-hal yang terjadi dalam pertandingan.

Ada dua hal yang membuat Traore mendapatkan banyak sorotan kamera. Pertama, kebanyakan serangan Queens Park Rangers dibangun lewat sisi sebelah kiri. Kedua, mayoritas serangan Arsenal dibangun lewat sisi sebelah kanan.

Seringnya Arsenal menekan di area yang menjadi tanggung jawab Traore membuat dirinya bermain cukup dalam. Traore yang sejatinya berdiri sejajar dengan Niko Kranjcar, Jordon Mutch, dan Mauricio Isla tepat satu barisan di depan tiga bek tengah QPR terlihat seperti seorang fullback kiri. Traore seringkali nampak sejajar dengan trio bek tengah QPR, menciptakan ilusi bahwa QPR menurunkan skema empat orang pemain belakang.

Kebiasaan Arsenal menyerang dari sisi kiri pertahanan QPR membuat Alexis dan Traore seperti memiliki pertarungan tersendiri di dalam pertandingan ini. Dan pemenang dari pertarungan ini jelas bukan Traore.

Pada sebuah kesempatan di menit ke-36, Alexis luput dari pengamatan dan bebas dari penjagaan Traore. Kesempatan tersebut tidak disia-siakan oleh Alexis, yang langsung memanfaatkan kesalahan Traore menjadi keuntungan untuk Arsenal. Tanpa gangguan dari satu lawan pun, Alexis menyundul masuk bola yang dikirimkan oleh Kieran Gibbs lewat sebuah umpan silang dari dalam kotak penalti QPR.

Demi mendapatkan gol penyeimbang, Redknapp mengorbankan Traore. Pada menit ke-61, Traore ditarik keluar untuk memberi tempat kepada Junior Hoilett yang memiliki karakter lebih menyerang. Dan Redknapp terbukti benar; Hoilett membuat serangan QPR menjadi lebih hidup. Pergerakan Hoilett bahkan memaksa Mathieu Debuchy melakukan pelanggaran di dalam kotak penalti Arsenal.

Sayangnya, keberadaan Hoilett juga membuat lubang di sisi kiri pertahananan QPR semakin besar. Sebelum memberi manfaat (membuat QPR mendapatkan tendangan penalti), keberadaan Hoilett terlebih dahulu membawa masalah: Tomas Rosicky mencetak gol kedua Arsenal dari posisi bebas di bagian sebelah kiri di dalam kotak penalti QPR.

Pergerakan Alexis di sisi kanan pertahanan QPR berhasil menarik perhatian semua pemain belakang QPR sehingga Rosicky yang masuk ke kotak penalti dari sisi sebelah kiri sama sekali tidak mendapatkan perhatian. Ketika Rosicky menerima bola dari Alexis, semuanya sudah terlambat bagi QPR. Kebebasan yang ia miliki membuat Rosicky tidak perlu mengontrol bola; pemain berjuluk Little Mozart tersebut mengkonversi umpan Sánchez menjadi gol dengan satu sentuhan saja.

Kartu Merah Giroud Mengubah Permainan

Pada babak pertama Danny Welbeck tampil sebagai ujung tombak (dengan Olivier Giroud sebagai penyerang sayap kiri dan Alexis Sanchez selaku penyerang sayap kanan). Selepas jeda, peran tersebut dimainkan oleh Giroud; Welbeck bermain melebar ke kanan dan Alexis beroperasi di sisi kiri.

Permainan Arsenal yang cair, bagaimanapun, adalah sebuah jaminan yang memastikan bahwa perubahan komposisi ini tak akan begitu nyata terlihat walaupun sedikit banyak tetap akan terasa. Giroud “membantah” anggapan tersebut. Tujuh menit setelah perubahan komposisi ini diperkenalkan, Giroud membuatnya perubahan komposisi lini depan Arsenal nyata terlihat.

Entah apa yang ada dalam pikiran Giroud. Setelah peluang mencetak gol miliknya terbuang karena ia terjatuh (atau lebih tepatnya merasa dijatuhkan), Giroud langsung berdiri dan menghampiri Nedum Onuoha. Tak berhenti sampai di situ, Giroud menanduk Onuoha tepat di kening. Tanpa banyak basa-basi, Martin Atkinson menunjukkan kartu merah kepada Giroud.

Giroud pun tak banyak melayangkan protes. Begitu perintah untuk meninggalkan lapangan diberikan, ia langsung menuju ruang ganti walaupun ia memiliki alasan untuk memperpanjang masalah; Rio Ferdinand langsung mencengkeram bagian belakang lehernya setelah Giroud menanduk Onuoha.

Begitu Giroud berada di luar jangkauan kamera televisi, perbedaan komposisi lini depan Arsenal langsung terlihat nyata. Barisan penyerang Arsenal yang berisi tiga orang di babak pertama menjadi dua orang saja di babak kedua. Namun efek dari kartu merah Giroud lebih besar dari sekedar perubahan komposisi lini depan.

Kartu merah Giroud adalah sebuah kejadian penting yang membuat pertandingan dapat dipisahkan menjadi dua bagian: prakartu merah Giroud dan pascakartu merah Giroud. Baik Arsenal maupun QPR bermain dengan gaya yang berbeda setelah Giroud meninggalkan lapangan.

Sebelum Giroud diusir keluar, area sepertiga pertahanan Arsenal adalah wilayah asing yang didekati oleh QPR dengan malu-malu. Setelah memiliki keunggulan jumlah pemain, QPR mulai berani keluar menyerang dan menempatkan Arsenal dalam tekanan.

Ketika masih bermain dengan sebelas pemain, Arsenal menerapkan pendekatan tanpa bola yang biasa mereka tunjukkan sepanjang musim ini: jauh menekan hingga daerah pertahanan lawan, berusaha merebut bola sejauh mungkin dari gawang mereka sendiri. Setelah Giroud meninggalkan lapangan, Arsenal tidak memiliki pilihan; mereka bertahan di kedalaman dan mengandalkan serangan balik untuk mencuri gol tambahan.

Grafis perbandingan interception Arsenal sebelum Giroud menerima kartu merah (kiri) dengan setelah Giroud menerima kartu merah (kanan) dengan jelas menunjukkan bahwa kehilangan satu pemain membuat Arsenal tidak memiliki pilihan selain menumpuk pemain di area defensive third.

Walau demikian, keluarnya Giroud bukanlah sesuatu yang sepenuhnya buruk bagi Arsenal (setidaknya di sisa pertandingan ini). Patut diingat bahwa gol kedua Arsenal tercipta lewat serangan balik, dan Arsenal baru bertumpu kepada serangan balik setelah Giroud menerima kartu merah.

Kesimpulan

Arsenal mendapatkan kemenangan yang pantas mereka terima. Dengan jumlah pemain yang sama banyak, Arsenal mampu menguasai jalannya pertandingan dan menghadirkan banyak ancaman. Ketika QPR memiliki keunggulan jumlah pemain, Arsenal memang tidak lagi mampu mendominasi permainan. Namun Arsenal tetap mampu menghadirkan ancaman.

Arsenal juga pantas menang karena mereka mampu mempertahankan keunggulan – walaupun sepuluh menit terakhir pertandingan mereka habiskan untuk bertahan dan meredam serangan demi serangan yang dilancarkan oleh QPR.

Arsenal pantas meraih kemenangan karena mereka mampu menunjukkan reaksi cepat dan tepat terhadap segala kondisi yang mereka hadapi. Atau, meminjam pandangan yang diungkap oleh Mathieu Flamini selepas laga, Arsenal pantas menang karena mereka menunjukkan karakter yang kuat sepanjang pertandingan.

====

*dianalisis oleh @panditfootball. Profil lihat di sini.

(dtc/krs) Sumber: detiksport