Liga Jerman: Augsburg 0-4 Bayern Munich – Dominasi Bayern Bikin Augsburg Kelelahan

augsburgvsbayerni

Beritabola.com Bayern Munich sukses merengkuh status juara musim dingin (Herbstmeister) usai mengalahkan Augsburg 4-0. Sempat mengimbangi Bayern di babak pertama, Augsburg akhirnya bertekuk lutut akibat dominasi total Die Roten.

Munich melanjutkan perjalanan mereka di Bundesliga musim ini dengan bertandang ke SGL Arena, bertanding melawan FC Augsburg. Perjalanan jarak pendek ke kota Augsburg (yang terletak di negara bagian yang sama dengan kota Munich; Negara Bagian Bayern) berakhir manis.

Pasukan Pep Guardiola berhasil mencetak empat gol sekaligus sukses menjaga kesucian gawang mereka walaupun Manuel Neuer berkali-kali jauh meninggalkan gawangnya sendiri.

Kemenangan besar ini terasa istimewa karena Bayern meraihnya dari tim penghuni posisi ketiga di tabel klasemen sementara. Lain hal, tambahan tiga angka dari pertandingan ini membawa Bayern mengamankan status Herbstmeister (secara harfiah berarti juara musim gugur).

Tanpa harus menjalani 17 laga, Bayern sudah berhasil menyandang status juara Hinrunde; juara putaran pertama.

Hasil pertandingan melawan SC Freiburg dan FSV Mainz 05 tidak akan menggoyang posisi Bayern di puncak klasemen, bahkan walaupun VfL Wolfsburg selaku pesaing terdekat berhasil mengumpulkan sembilan angka dari tiga pertandingan tersisa di paruh pertama. Bayern sementara ini memiliki keunggulan sepuluh angka dari pesaing terdekat mereka.

Dominasi Total dan Hari yang Wajar untuk Neuer

“Saya merasa bahwa semuanya semakin membaik dari hari ke hari,” ujar Franck Ribery dalam sebuah wawancara yang hasilnya dimuat di situs resmi Bundesliga pada bulan November lalu. Permainan Bayern telah berkembang ke arah yang jauh lebih baik karena para pemain sudah semakin baik mengenal satu sama lain, sehingga permainan lebih lebih baik dari musim lalu.

Hal tersebut, menurut Ribe;ry, adalah kunci permainan gemilang Bayern musim ini. Lewat pengertian antarpemain yang baik, Bayern mampu menebar lebih banyak ancaman karena mereka sulit diterka. Hal tersebut jelas terlihat dalam pertandingan melawan Augsburg, terutama pada babak pertama.

Kesepahaman antarpemain yang baik membuat aliran bola begitu lancar. Para pemain Bayern selalu menemukan kawan untuk diumpan, dan seringkali pemain yang menerima bola adalah pemain yang berdiri sangat bebas. Jangankan mendapatkan pengawalan dari lawan, mendapatkan perhatian pun tidak. Di babak pertama, Bayern sangat sering melepaskan umpan tak terduga.

Hal tersebut membuat Bayern benar-benar menguasai jalannya pertandingan. Di babak kedua, hal tersebut dapat terjadi karena tekanan yang diberikan oleh Augsburg sedikit mengendur. Terus bergerak demi mempersempit ruang gerak dan menutup jalan umpan Bayern yang dilakukan di babak pertama tampaknya telah membuat para pemain Augsburg kelelahan.

Tidak mengherankan jika kemudian Bayern secara keseluruhan mampu secara total mendominasi jalannya pertandingan. Bahkan statistik pertandingan pun menampilkan perbedaan yang sangat mencolok antara kedua tim.

Satu hal lain yang menjauhkan Augsburg dari kemenangan (atau setidaknya keberhasilan untuk mencetak gol) adalah kinerja lini belakang Bayern. Augsburg tahu bahwa cara terbaik untuk mencuri gol dari Bayern adalah lewat serangan balik. Mereka mempraktekkan cara itu. Hanya saja, usaha Augsburg tak pernah berhasil.

Grafik Heat Map Manuel Neuer

Jika semua outfield player Bayern tidak mampu menggagalkan serangan Augsburg sebelum bola memasuki daerah berbahaya, Manuel Neuer tidak ragu untuk keluar meninggalkan gawangnya. Dunia sudah mengenalnya sebagai penjaga gawang yang berani mengambil risiko; Neuer menegaskan pandangan tersebut di pertandingan ini.

Puncaknya terjadi di penghujung babak pertama, saat Neuer jauh naik hingga area middle third untuk meluncur merebut bola (lihat grafik Heat Map di Atas).

Memanfaatkan Tekanan yang Mengendur

Meski menguasai bola dan menguasai jalannya permainan, Bayern menemui banyak kegagalan sebelum menemukan gol pemecah kebuntuan di menit ke-57. Dan Bayern mendapatkan gol pertama mereka dari sumber yang tidak terduga.

Bukan Robert Lewandowski, bukan dari Arjen Robben yang paling sering menebar ancaman dan paling sering merepotkan barisan pertahanan Augsburg, bukan pula dari Ribery. (Bolehlah sebenarnya gol pertama Bayern disebut berasal dari Ribery, karena memang ialah pengirim umpannya).

Namun bukan nama Ribery yang terpampang di daftar pencetak gol. Status tersebut adalah milik Mehdi Benatia. Lewat sebuah kontak minimal antara bola dengan kepala, Benatia mengubah arah bola, yang dikirimkan oleh Ribery lewat sebuah tendangan bebas dari sisi kanan pertahanan Augsburg.

Para pemain Bayern menyambut gol tersebut seolah dengan rasa lega. Dan memang sewajarnya demikian mengingat sebelum gol Benatia tercipta, para pemain Bayern berkali-kali menemui kegagalan dalam usaha mereka untuk membobol gawang Augsburg.

Sebelum gol ini terjadi, tekanan yang diberikan oleh barisan pertahanan Augsburg membuat para pemain Bayern tidak leluasa melepaskan tembakan. Pada akhirnya, hasil akhir dari semua usaha Bayern tidak maksimal. Jika bola hasil tendangan para pemain Bayern tidak melenceng, pastilah bola tepat mengarah kepada Alex Manninger.

Namun setelah gol Benatia tercipta, semuanya berubah. Para pemain Bayern berulang kali berhasil menempatkan bola cukup jauh dari jangkauan Manninger, namun tidak terlampau jauh sehingga keluar area permainan. Dua gol pertama (termasuk gol Benatia) malah membentur tiang sebelum melewati garis gawang.

Mengendurnya tekanan yang diberikan oleh para pemain Augsburg juga ambil bagian dalam terjadinya tiga gol terakhir Bayern.

Gol pertama untuk Robben ia ciptakan semenit setelah gol Benatia dengan cara menempatkan bola di tiang jauh; sebuah tendangan melengkung yang membuat Manninger terpaku di tempatnya berdiri. Gol keduanya (gol keempat Bayern, menit ke-70) adalah sebuah tendangan mendatar yang diarahkan ke tiang dekat.

Sama seperti Robben, Lewandowski mencetak gol lewat sebuah tendangan mendatar ke tiang dekat. Bedanya, Lewandowski melakukannya dengan kaki kanan dan dari luar kotak penalti, tiga menit sebelum Robben mencetak gol keduanya.

Robben dan Ribery Hadirkan Mimpi Buruk Ganda

Gaya bermain Bayern yang sangat mengalir (dan perubahan taktik yang seringkali berkali-kali terjadi begitu saja tanpa disadari oleh lawan bahkan saat pertandingan sedang berjalan) membuat para pemainnya tidak terpaku di satu posisi.

Karenanya tidak mengherankan jika, katakanlah, Robert Lewandowski yang memainkan peran ujung tombak terlihat berada di area middle third dekat dengan garis tepi lapangan – atau Bastian Schweinsteiger sang gelandang tengah di dalam kotak penalti sementara Arjen Robben dan Riee;ry selaku duo penyerang sayap tidak berada di area yg sama dengannya.

Berbicara mengenai Robben dan Ribery, semalam keduanya menampilkan daya jelajah yang menarik untuk disimak. Keduanya ditempatkan di dua sisi yang berseberangan namun selalu nampak berdekatan.

Jika bola berada dalam penguasaan Robben di sisi kanan serangan Bayern, Ribery bergerak mendekat. Begitu pula sebaliknya. Permainan Robben dan Ribery menyajikan hiburan tersendiri: dua pemain berteknik tinggi saling bertukar umpan pendek.

Sendirian, baik Robben maupun Ribery sebenarnya memiliki cukup kualitas untuk merepotkan barisan pertahanan Augsburg. Namun keduanya seperti memiliki keinginan membuat mimpi buruk Augsburg terasa lebih nyata lagi dengan menghadirkan kesulitan ganda.

Dalam grafis heatmap gabungan kedua pemain terlihat bahwa nyaris tidak ada titik yang tidak dikunjungi oleh Robben atau Ribery di wilayah permainan Augsburg.

Kesimpulan

Sebagaimana telah disampaikan beberapa kali dalam tulisan ini, Bayern bermain demikian dominan, sehingga dari 18 kombinasi umpan tertinggi pada laga ini, tak ada satu pun pasangan pemain Augsburg di sana.

Yang perlu dilakukan oleh Bayern adalah menunggu hingga Augsburg kelelahan dalam melakukan pressing, sehingga mereka dapat dengan leluasa mendapatkan ruang tembak yang lebih baik ketika melakukan percobaan membobol gawang.

Dengan Bayern yang telah memastikan predikat Herbstmeister tanpa bersusah payah, satu hal yang bisa disimpulkan dari laga ini adalah pekerjaan rumah selanjutnya justru terletak di tangan 17 tim Bundesliga lain. Mereka harus dengan segera menemukan cara untuk menghentikan Bayern, yang dengan upaya dan kerja kerasnya telah menjadikan diri mereka demikian dominan.

===

Penulis adalah tim Pandit Football Indonesia dengan akun twitter @panditfootball

(dtc/mrp) Sumber: detiksport